Asal-usul Bebek Timbungan, Makanan Khas Bali yang Dimasak Hingga 13 Jam

Nusantara7.id – Bali merupakan salah satu pulau yang miliki kekayaan budaya.

Sebagai pusat dari penyebaran agam Hindu, tentu adat dan budaya Bali erat kaitannya dengan agama ini.

Termasuk diantaranya aadalah makanan khas bali.

Biasanya makanan khas Bali menggunakan berbagai bumbu yang tentunya tidak sembarangan.

Rempah dan bumbu khas Bali biasanya jadi salah satu bahan wajib yang dimasak untuk sajian hidangan Bali.

Nah salah satu makanan khas Bali yang cukup populer yaitu Ayam Betutu.

Bebek Timbungan Makanan Khas Bali
Tak hanya nasional, Ayam Betutu pun sudah dikenal hingga mancanegara.

Namun selain sajian dari Ayam ini, ada juga salah satu makanan khas dari Bali yang juga Sase Lovers wajib tahu.

Sajian ini adalah Bebek Timbungan.

Bebek Timbungan bisa jadi makanan asing bagi masyarakat luar Bali.

Namun Bebek Timbungan merupakan salah satu sajian terkenal dan tertua khas Bali.

Sejarah bebek timbungan sudah ditemukan ketika manusia masih hidup nomaden atau berpindah-pindah.

Pada masa itu, manusia masih bergantung dengan alam dan peralatan memasak hingga bumbu masih didapatkan dari alam.

Dikutip dari naskah kuno Dharma Caruban salah satu menu Bali yang paling tradisional dalam upacara ritual adalah “Timbungan”.

Timbungan sendiri berasal dari kata “embung” atau “timbung” yang memiliki arti bambu.

Timbungan endiri adalah cara pengolahan makanan dengan bahan dasar daging unggas atau ikan yang dimaksukkan ke dalam bambu dan dicampur rengan bumbu dari rempah-rempah.

Sajian khas dan istimewa yang dihidangkan dengan mempertahankan komposisi dan cara pengolahan yang sesuai dengan resep warisan leluhur.

Pada mulanya Bebek Timbungan hanya dihidangkan pada saat ritual-ritual upacara adat Bali saja atau hanya disajikan kepada raja-raja atau pejabat tinggi saat meggelar pesta pada zaman dahulu.

Proses memasak Bebek Timbungan bisa memakan waktu selama 13 jam.

Selain bertujuan agar bumbu meresap, juga bertujuan agar tekstur daging bebek menjadi empuk dan menghilangkan bau amis.

Bebek diungkep bersama dengan bumbu selama 4-5 jam agar bumbu meresap ke daging bebek.

Kemudian bungkus bebek dengan pelepah pisang kering kemudian dimasukkan ke dalam bambu dan diasapi di atas bara api dan sekam selama kurang lebih 8 jam. (AGP/YD)
Source : sajiansedap.grid.id

Eh, liat ini deh. AFC Fried Chicken, Jl. Raya Puputan No.7 Renon di GoFood.
https://gofood.link/a/Kg1yhZo

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF