Gala Siswa Indonesia 2021, Indra Sjafri: GSI Jadi Embrio Pembentukan Timnas U16

(NS7) – Gala Siswa Indonesia (GSI) 2021 yang digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud Ristek diharapkan menjadi salah satu embrio pembentukan timnas Indonesia U-16 di bawah asuhan pelatih Bima Sakti. Harapan itu disampaikan Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri jelang pemusatan latihan training camp (TC) GSI yang akan digelar mulai 16-21 November 2021 mendatang. Indra yang juga menjadi Brand Ambassador GSI mengatakan, sekarang ini salah satu fokus PSSI adalah mempersiapkan tim yang akan berlaga di level kelompok umur mulai U-16 dan U-19. Kelompok umur U-16 dipersiapkan untuk Piala AFF dimana Indonesia pernah menjadi juara.

Sementara timnas U-19 dipersiapkan untuk tampil di Piala Dunia U-19 tahun 2022 yang mana Indonesia terpilih sebagai tuan rumah. “Harapannya, mereka yang terpilih di pemusatan latihan GSI 2021 ini menjadi salah satu embrio atau bahkan tulang punggung timnas U-16 yang akan tampil di Piala AFF dan timnas U-19 untuk Piala Dunia U-19 tahun 2022. Karena itu, usia yang diambil untuk GSI adalah adalah 15 tahun,” kata Indra melalui rilis resmi, Senin (15/11/2021). Mantan pelatih timnas Indonesia U-19 tahun itu pun memberikan apresiasi atas konsisten Kemendikbudristek dalam menggelar GSI meski sedang berada pandemi.

Diakui dengan situasi sekarang ini GSI memiliki keterbatasan dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Tapi, dengan semangat menolak menyerah, inovasi yang dilakukan tetap memiliki dampak yang bagus kepada perkembangan pemain dan sepak bola Indonesia. “Apresiasi dan terimakasih kepada kemendikbud Ristek, kepada Mendikbud Ristek yang telah memberikan perhatian besar terhadap olahraga, terutama dalam identifikasi talenta-talenta sepak bola nasional seperti melalui GSI ini,” ungkap Indra.

Pembangunan sepak bola nasional

Tahun ini, GSI Tingkat SMP kembali digelar untuk kali keempat. Setelah tiga pagelaran sebelumnya berlangsung sukses, kegiatan yang digelar Kemendikbud Ristek ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres-RI) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Sejak kali pertama digelar pada 2018, GSI telah menjadi salah satu tolak ukur ajang pembinaan sepak bola dari mulai tingkat kecamatan sampai provinsi.

Sebab, sejak awal, GSI digulirkan dari level kecamatan sampai provinsi di mana bakat-bakat terbaik pesepak bola daerah bersaing memperlihatkan kualitas mereka untuk mendapatkan tiket bermain di level nasional. “Kami ingin menelusuri potensi bakat-bakat siswa dibidang sepak bola yang harapannya dengan program ini mendapatkan calon calon bibit bibit unggul yang kita coba identifikasi untuk menjadi bibit-bibit pemain Timnas masa depan,” jelas Plt. Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Asep Sukmayadi. “Karena itu program ini terus kita lakukan bersama-sama bergotong-royong dengan PSSI dan tim pelatih,” tambah Asep Sukmayadi.

Asep menjelaskan, dalam dua tahun terakhir event GSI digelar secara berbeda karena bagian dari adaptasi dengan situasi pandemi Covid-19. Jika GSI 2018 dan 2019 digelar dengan sistem turnamen terbuka, dengan melahirkan Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai juara GSI 2018 dan 2019, tahun 2020 dan 2021 seleksi pemain dilakukan secara virtual dan sistem pemusatan latihan dilakukan dengan prokes ketat. Seleksi dilakukan dengan meminta siswa mengirimkan video sesuai ketentuan kemudian dikirim ke pantia untuk diseleksi tim pelatih.

Setelah itu, tim pelatih akan memiliki perwakilan dari masing-masing provinsi untuk menentukan siapa yang berhak mengikuti pemusatan latihan atau training center di Jakarta di bawah pelatih-pelatih berpengalaman yang pernah memperkuat timnas Indonesia. Di pemusatan latihan, banyak pelatih dan mantan pemain timnas yang akan memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk peserta, mulai GSI Indra Sjafri, pelatih lisensi Pro AFC Yeyen Tumena, mantan pemain timnas Isnan Ali, Firman Utina, Budi Sudarsono dan lain lain akan ikut menjadi tim pelatih.

“Semua aktivitas dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kami tidak ingin karena pandemi pencarian bakat bakat pemain yang selama ini sudah dilakukan GSI ikut berhenti,” ungkap Kepala Puspresnas. “Selain mengejawantahkan Instruksi Presiden terkait percepatan sepak bola nasional, GSI ini juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kita mengkampanyekan hidup sehat dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Semangat untuk menolak menyerah, dengan tetap berprestasi di tengah pandemi,” pungkas Asep. (AGP/GS)

Source : https://www.kompas.com/

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF