Info Lomba Membuat Layangan Janggan di Bali, Total Hadiah Rp40 Juta

Denpasar, (Nusantara7.id) – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Daerah Provinsi Bali (Jantra Tradisi Bali) tahun 2022.

Jantra Tradisi Bali merupakan kegiatan apresiasi budaya tradisi untuk penguatan dan pemajuan kearifan lokal, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, pengobatan tradisional, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

Beberapa program pada Jantra Tradisi Bali Tahun 2022 akan dilaksanakan secara hybrid (luring-daring) diantara bulan Juni – Juli 2022.

Jantra Tradisi Bali tahun ini dirangkai dengan berbagai kegiatan, salah satunya pacentokan (lomba) membuat layangan janggan. Pemenang lomba pada kegiatan Jantra Tradisi Bali Tahun 2022, masing-masing berhak mendapatkan hadiah berupa piagam dan hadiah uang.

Masing-masing Juara I Rp 15.000.000; Juara II Rp 13.000.000; dan Juara III Rp 12.000.000. Hadiah dikenakan pajak sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Lantas, apa saja syarat dan aspel penilaian lomba lomba membuat layangan janggan tersebut?

Berikut info lomba membuat layangan janggan dalam Jantra Tradisi Bali 2022 selengkapnya:

a. Ketentuan Umum

1. Karya Layangan yang dilombakan berupa Layangan Janggan dengan lebar 3-4 meter.

2. Karya Layangan Janggan dibuat berbasis tradisi Bali.

3. Peserta merupakan kelompok atau komunitas yang bertempat tinggal (domisili) di Bali.

4. Jumlah peserta dalam satu kelompok, minimal 10 orang (termasuk peserta dan tim dokumentasi).

5. Proses pembuatan layangan direkam dalam bentuk video dan lengkap dengan narasi, serta peragaan menerbangkan layangan.

Pengumpulan video paling lambat 15 Juni 2022.

b. Ketentuan Khusus

1. Video lomba layangan janggan harus menampilkan gabungan tayangan:

  • Presentasi konsep;
  • Proses pembuatan karya (pemilihan bahan/material, proses pembentukan dan fungsi dan makna);
  • Presentasi hasil karya jadi.

2. Video dibuat dalam format minimal 720 pixel berdurasi antara 20-30 menit (pembuatan video boleh di cut sesuai dengan tahapan pembuatan layangan).

3. Selain mengirimkan video, peserta lomba yang lolos seleksi 3 besar (sebagai finalis) diwajibkan mengumpulkan karya jadi.

4. Segala sarana dan prasarana, termasuk juga kostum dan penyajian karya pada saat proses pembuatan layangan berbasis kearifan lokal Bali.

c. Aspek Penilaian

1. Keutuhan dan keserasian konsep dengan hasil karya.

2. Kekhasan pilihan bahan/material

A. Bahan :

  • Memilih bahan yang tepat
  • Membelah bambu
  • Menentukan / memotong sesuai dengan ukuran
  • Meraut bahan yang sudah dipotong
  • Merangkai rangka bambu
  • Proses persiapan bantang guangan dan daun guangan

B. Bentuk :

  • Nyetel tulang tengah dan knock down kibul
  • Nyetel pecukan
  • Nyetel kibul
  • Nyetel kondo
  • Proses perencanaan gleber

C. Nukub :

  • Proses penukub pecuk
  • Proses penukub kibul
  • Proses penukub kondo
  • Proses pemasangan payasan dan tapel
  • Nyetel gleber
  • Proses pemasangan guangan
  • Nyetel tali timbangan
  • Proses Mengudara
  • Proses Turun sampai mendarat

3. Ergonomis/kesesuaian ukuran.

4. Estetika bentuk layangan dengan penggunaan warna tridatu (merah, hitam, dan putih).

(AGP/DN)

source : https://www.detik.com/

Baru! Tayangan Video dari Bali Digital Channel
klik: https://s.id/BaliDigitalChannel

#BaliDigitalChannel #Nusantara7

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF