Kementan Berjuang agar Bunga KUR Pertanian Turun Jadi 3 PersenKementerian

(Nusantara7.id)- Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan berbagai cara untuk menyukseskan program pembangunan pertanian. Salah satunya adalah mendongkrak kemajuan sektor pertanian melalui kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) tanpa agunan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menjelaskan program KUR untuk menggerakkan usaha para petani yang kesulitan permodalan.

“Tidak mungkin kita bisa membangun agribisnis tanpa modal. Membangun agribisnis itu selain mengandalkan inovasi teknologi era 4.0 dan smart farming, kita juga musti mempunyai KUR sebagai modal menggerakkan roda pembangunan agribisnis kita,” kata Dedi saat press conference pelatihan pelatihan sejuta petani dan penyuluh di Bogor, Jumat (20/5/2022).

Ia mengatakan program KUR merupakan fasilitas dari pemerintah dengan bunga yang rendah, yaitu 6 persen. Kementan saat ini sedang berjuang agar ada KUR khusus yang bunganya hanya 3 persen.

“Bunga KUR dari pemerintah sangat rendah yaitu 6 persen karena sudah disubsidi dari pemerintah,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, bagi yang ingin mengajukan KUR namun masih bingung bagaimana cara mengaksesnya, para petani bisa meminta bantuan penyuluh di setiap desa.

“Bagi petani yang belum paham bisa meminta bantuan ke penyuluh. Di Pulau Jawa, satu penyuluh membawahi satu atau dua desa, tapi kalau di luar Pulau Jawa bisa sampai 5 desa,” ucapnya.

Sementara itu, serapan KUR pertanian tahun 2020 mencapai 1,9 juta debitur dan realisasi kredit Rp 55,30 triliun dari target Rp 50 triliun. Pada 2021 mencapai 2,6 juta debitur dan realisasi kredit Rp 85,62 triliun dari target Rp 70 triliun. Sedangkan target KUR pertanian tahun 2022 sebesar Rp 90 triliun.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Kementan telah memfasilitasi kebutuhan masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian melalui dana KUR.

Syahrul berharap program KUR juga dapat mendongkrak kinerja pertanian khususnya di tahun anggaran (TA) 2022 seiring dengan upaya penguatan produksi pangan, nilai tambah, dan daya saing produk pertanian tersebut.

“Kami selalu bersoal dengan anggaran. Oleh karena itu tadi ada kesepakatan kami bahwa anggaran Kementan 2022 harus bisa terakselerasi dengan daya produktifitas yang lebih baik melalui pemanfaatan kebijakan KUR yang digulirkan Presiden Joko Widodo untuk dimanfaatkan di bidang pertanian,” ucap Mentan.

Syahrul juga meminta dalam menghadapi kondisi yang dinamis dengan ketidakpastian harga dan pasokan pangan dunia dibutuhkan kemauan yang kuat dengan tidak hanya mengandalkan anggaran.(AGP/PT)

source : https://www.liputan6.com/

Baru! Tayangan Video dari Bali Digital Channel
klik: https://s.id/BaliDigitalChannel

#BaliDigitalChannel #Nusantara7

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF