Limfoma Burkitt

(NS7) – Limfoma burkitt adalah bentuk limfoma non-hodgkin yang langka dan agresif. Penyakit ini umumnya terjadi pada orang yang memiliki kelemahan sistem kekebalan tubuh atau anak anak yang terkait dengan virus Epstein-Barr (EBV) dan malaria kronis.

Pada dasarnya, penyebab pasti limfoma burkitt tidak diketahui. Namun, berdasarkan Healthline, terdapat beberapa faktor risiko seperti:

Kelemahan sistem kekebalan tubuh Berusia muda atau anak-anak Berjenis kelamin laki-laki Tinggal di wilayah yang memiliki ketinggian kasus malaria Menderita HIV.

Tipe

Limfoma burkitt dapat dibagi menjadi 3 tipe yaitu:

Limfoma burkitt sporadis, cenderung memengaruhi perut bagian bawah, di mana usus kecil berakhir dan usus besar dimulai Limfoma burkitt endemik, memengaruhi tulang wajah dan rahang, namun juga tetap dapat melibatkan usus kecil, ginjal, ovarium, dan payudara Limfoma terkait imunodefisiensi, dikaitkan dengan penggunaan obat imunosupresif untuk mencegah penolakan transplantasi dan mengobati HIV.

Gejala

  • Berdasarkan Healtline, gejala limfoma burkitt dapat dibedakan sesuai dengan jenisnya, seperti:
  • Demam Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan Berkeringat di malam hari.
  • Pembengkakan perut Distorsi tulang wajah Keringat malam Obstruksi usus Tiroid dan amandel membesar.

 limfoma burkitt endemik, Pembengkakan dan distorsi tulang wajah Pertumbuhan kelenjar getah bening yang cepat Kelenjar getah bening yang membesar.

Diagnosis

Penting bagi Anda untuk menerima diagnosis sesegera mungkin karena limfoma burkitt dapat menyebar dengan cepat. Menurut WebMD, diagnosis limfoma burkitt dapat meliputi:

Biopsi kelenjar getah bening untuk mengkonfirmasi atau mengesampingkan limfoma burkitt Tes pencitraan termasuk CT-scan untuk memeriksa dada, perut, dan panggul Rontgen dada Pemindaian PET atau gallium Biopsi sumsum tulang Pemeriksaan cairan tulang belakang Tes darah untuk mengukur fungsi ginjal dan hati Tes untuk penyakit HIV.

Perawatan

Perawatan limfoma burkitt dapat dilakukan dengan kemoterapi kombinasi. Obat kemoterapi akan disuntikkan langsung ke dalam cairan tulang belakang untukP mencegah kanker menyebar ke sistem saraf pusat. Selain itu juga terdapat prosedur pembedahan pada kasus anak yang mengalami obstruksi usus akibat penyakit ini. (AGP/DN)

SUMBER:https://health.kompas.com/

Baru! Tayangan Video dari Bali Digital Channel
klik: https://s.id/BaliDigitalChannel

#BaliDigitalChannel #Nusantara7

 

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF