Nyeri Haid Sangat Sakit dan Aliran Darah Deras, Awas Fibroid Rahim

(Nusantara7.id) – Saat “datang bulan”, banyak perempuan yang merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman. Hal ini terkadang membuat nyeri haid dianggap normal.

Namun, beberapa perempuan merasakan nyeri haid lebih sakit dibanding perempuan lainnya.

Jika nyeri haid parah dan sering terjadi pada Anda, atau darah haid keluar lebih deras, ada baiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter.

Nyeri haid yang parah dan darah haid yang sangat deras mungkin adalah gejala dari kondisi fibroid.

Apa itu fibroid?

Fibroid adalah pertumbuhan sel non-kanker yang berkembang di dalam atau di sekitar rahim berdasarkan National Health Service Inggris (NHS).

Pertumbuhan ini terdiri dari otot dan jaringan fibrosa, dan ukurannya bervariasi. Fibroid juga terkadang dikenal sebagai mioma rahim atau leiomioma.

Mengapa fibroid terbentuk?

Menurut Women’s Health, tidak ada yang tahu pasti apa penyebab dari fibroid.

Para peneliti menduga bahwa lebih dari satu faktor dapat berperan. Faktor-faktor tersebut dapat berupa:

  • Hormonal (dipengaruhi oleh kadar estrogen dan progesteron)
  • Genetik (diturunkan dalam keluarga).

Karena tidak tahu pasti apa penyebab fibroid, kita juga tidak tahu apa yang menyebabkan fibroid menyusut.

Peneliti hanya tahu bahwa mereka di bawah kendali hormonal.

Fibroid tumbuh dengan cepat selama kehamilan, ketika kadar hormon tinggi.

Kondisi ini menyusut ketika obat anti-hormon digunakan. Terkadang juga fibroid berhenti tumbuh atau menyusut setelah seorang wanita mencapai menopause.

Apakah fibroid dapat berubah menjadi kanker?

Fibroid hampir selalu jinak atau bukan kanker.

Jarang fibroid bersifat kanker terjadi. Perbandingan terjadinya satu dibanding 1.000.

Kondisi fibroid bersifat kanker disebut leiomyosarcoma.

Dokter berpendapat bahwa kanker ini tidak muncul dari fibroid yang sudah ada.

Memiliki fibroid tidak meningkatkan risiko mengembangkan fibroid kanker.

Apa saja gejala fibroid?

Menurut NHS, tanda-tanda wanita yang memiliki gejala (sekitar 1 dari 3 wanita) mungkin mengalami:

  • Menstruasi berat atau menstruasi menyakitkan
  • Sakit perut
  • Nyeri punggung
  • Sering ingin buang air kecil
  • Sembelit
  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks.

Dalam kasus yang jarang terjadi, komplikasi lebih lanjut dapat disebabkan oleh fibroid dapat mempengaruhi kehamilan atau menyebabkan infertilitas.

Bagaimana cara mendeteksi fibroid?

Fibroid paling sering ditemukan selama pemeriksaan fisik.

Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin merasakan benjolan yang keras dan tidak teratur (sering kali menimbulkan rasa sakit) selama pemeriksaan perut dan panggul.

Berdasarkan UCLA Health, pemindaian dapat mengkonfirmasi diagnosis. Dua opsi pemindaian yang dilakukan adalah:

  • Ultrasound: Ultrasound adalah pemindaian fibroid yang paling umum digunakan. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk mendiagnosis fibroid dan melibatkan frekuensi (pitch) yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat didengar.
  • MRI: Tes pencitraan ini menggunakan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar.

Dalam keadaan khusus atau dokter tidak dapat mengidentifikasi sumber rasa sakit, Anda mungkin memerlukan pengujian tambahan berupa:

  • Hysterosalpingogram (HSG)
  • Histerosonografi
  • Laparoskopi
  • Histeroskopi.

Bagaimana cara menangani fibroid?

Kebanyakan wanita dengan fibroid tidak memiliki gejala apapun.

Untuk wanita yang memiliki gejala, ada perawatan yang dapat membantu. Biasanya, dokter akan mempertimbangkan cara terbaik untuk mengobati fibroid Anda.

Berdasarkan Women’s Health, beberapa hal yang akan dipertimbangkan sebelum membantu Anda memilih perawatan antara lain:

  • Apakah Anda mengalami gejala dari fibroid atau tidak
  • Jika Anda mungkin ingin hamil di masa depan
  • Ukuran fibroid
  • Lokasi fibroid
  • Usia Anda dan seberapa dekat dengan menopause.

Jika memiliki fibroid tetapi tidak memiliki gejala apapun, Anda mungkin tidak memerlukan perawatan.

Dokter akan memeriksa selama pemeriksaan rutin untuk melihat apakah mereka telah tumbuh.

Menurut UCLA Health pengobatan tanpa operasi dapat melalui:

  • Pengawasan watchful waiting
  • Terapi medis (hormonal dan non-hormonal)
  • Ultrasonografi yang terfokus untuk fibroid embolisasi arteri uterina
  • Terapi alternatif.

Sedangkan, pengobatan dengan tindakan operasi menurut Women’s Health dapat berupa:

  • Miomektomi: Pembedahan untuk mengangkat fibroid tanpa mengambil jaringan rahim yang sehat.
  • Histerektomi: Pembedahan untuk mengangkat rahim.
  • Ablasi endometrium: Lapisan rahim diangkat atau dihancurkan untuk mengontrol perdarahan yang sangat banyak.
  • Myolysis: Jarum dimasukkan ke dalam fibroid, biasanya dipandu oleh laparoskopi, dan arus listrik atau pembekuan digunakan untuk menghancurkan fibroid.
  • Uterine Fibroid Embolization (UFE), atau Uterine Artery Embolization (UAE): Sebuah tabung tipis dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang memasok darah ke fibroid. Kemudian, partikel plastik atau gel kecil disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Hal ini dilakukan untuk menghalangi suplai darah ke fibroid, menyebabkannya menyusut.

(AGP/DN)

source : https://health.kompas.com/

Baru! Tayangan Video dari Bali Digital Channel
klik: https://s.id/BaliDigitalChannel

#BaliDigitalChannel #Nusantara7

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF