Pesta Kesenian Bali ke-46: Maha Karya Budaya dari 15 Juni hingga 13 Juli 2024!

Nusantara7.id, Denpasar – Warga Bali bersiaplah! Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 2024 akan kembali digelar 15 Juni hingga 13 Juli 2024. PKB adalah serangkaian agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Bali. Pagelaran ini menjadi wadah bagi aktivitas dan kreativitas para seniman Bali.
Tahun ini, PKB mengusung tema ‘Jana Kerthi Paramaguna Wikrama’ yang berarti harkat martabat manusia unggul. Yuk intip serba serbi perhelatan PKB 2024 di bawah ini!

Jadwal Pelaksanaan PKB 2024

Gong Kebyar dari Duta Kabupaten Buleleng di Pesta Kesenian Bali (PKB) 2023.

Gong Kebyar dari Duta Kabupaten Buleleng di Pesta Kesenian Bali (PKB) 2023. (IG PKB)
Pembukaan acara Peed Aya (pawai) secara resmi akan dilakukan pada 15 Juni 2024. Acara ini dimulai dari pukul 16.00 Wita-selesai di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala, Denpasar.

Pada hari yang sama, acara akan dilanjutkan dengan Rekasadana (pergelaran) Perdana PKB XLVI Sendratari ‘Jagra Budaya Bali Dwipa’, garapan kolaborasi Sanggar Karawitan Bungan Dedari dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Acara ini dimulai pukul 20.00 Wita-selesai di Panggung Terbuka Ardha Candra.

Berbagai lomba juga akan memeriahkan acara PKB 2024. Lomba yang diadakan, yakni Masatua Bali, mewarnai, dan karya tulis berita kisah untuk wartawan.

Sejarah PKB

Pesta Kesenian Bali

PKB merupakan salah satu pagelaran seni dengan durasi terpanjang yang pernah diadakan di Indonesia. Secara resmi, PKB pertama kali digelar pada 1979.

PKB pertama kali dicetuskan oleh Gubernur Bali ke-6, Ida Bagus Mantra. Mulanya, PKB dilakukan selama dua bulan, dari 20 Juni – 23 Agustus 1979.

Sepanjang sejarah, pembukaan PKB selalu dilakukan oleh pejabat tinggi negara. Namun, hanya pada PKB pertama dibuka oleh mendiang Ida Bagus Mantra, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali sekaligus penggagas PKB. Selanjutnya, pembukaan PKB dilakukan oleh presiden, wakil presiden, menteri, dan bahkan ibu negara.

Tujuan dan Makna PKB

Penampilan Peed Aya Duta Kota Denpasar serangkaian Pesta Kesenian Bali XLIV Tahun 2022 di Depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Denpasar, Minggu (12/6/2022).

Tujuan diadakannya PKB tiap tahunnya yaitu untuk melestarikan, mengembangkan, serta mempromosikan kesenian Bali. Selain itu, PKB menjadi wadah bagi para seniman Bali dalam upaya mendukung program pemerintah dalam hal penggalian, pelestarian dan pengembangan nilai – nilai seni budaya Bali yang adhiluhung.

Seni yang ditampilkan adalah persembahan, begitu pula karya cipta yang dihasilkan. Persembahan seni dan karya cipta ini mengandung makna pembebasan yang ikhlas, yang dalam ajaran Hindu dikenal sebagai yadnya.

Yadnya yang disampaikan melalui seni dan karya cipta menjadikan hasil tersebut sebagai persembahan terbaik, sehingga seorang seniman akan berusaha untuk tidak mempersembahkan miliknya atau karyanya yang buruk atau asal-asalan. Apalagi jika persembahan tersebut adalah seni dan karya cipta yang lahir dari usaha budi daya, cinta kasih, dan peradaban rohani seni masyarakat.

Fungsi pendidikan dalam pelaksanaan PKB dapat dimaknai melalui proses pengenalan, pemahaman, pelestarian, dan pewarisan kebudayaan. Dalam konteks ini, PKB berperan sebagai wadah dan media untuk edukasi kebudayaan kepada masyarakat.

PKB memperkenalkan keanekaragaman hasil kebudayaan yang hidup dan berkembang di masyarakat Bali, yang dapat dipelajari, dikembangkan, dilestarikan, serta diwariskan kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu, pelaksanaan PKB menjadi bentuk edukasi kebudayaan bagi masyarakat.(AGP/GP/SWP/YAQ)

Sumber : https://www.detik.com/bali

Eh, liat ini deh. AFC Fried Chicken, Jl. Raya Puputan No.7 Renon di GoFood.
Gofood: https://gofood.link/a/Kg1yhZo 
Grabfood: https://r.grab.com/g/6-20240309_105624_c9fbbb02e1fa3f2f_MEXMPS-6-C6EYJ74FWAWCGJ

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF