Petani Buah Naga Mendulang Pendapatan Rp12,5 Juta per Pekan Saat Pandemi

Sulawesi Barat, (NS7) – Tidak semua jenis usaha atau bisnis jatuh bangkrut di tengah pandemi Covid-19. Sejak dua tahun terakhir. Petani buah naga di Pasangkayu, Sulawesi Barat misalnya justru mendulang untung di tengah pandemi Covid-19.

Buah naga adalah salah satu buah alami yang laris di tengah pandemi. Permintaan konsumsi buah untuk meningkatkan stamina dalam menjaga kesehatan atau kebugaran tubuh di tengah merebaknya pandemi Covid-19 membuat petani buah naga keciprat untung.

Petani buah naga asal Desa Polewali, Pasangkayu, Rugini misalnya, mengalami peningkatan pendapatan ekonomi dari hasil budidaya buah naga yang digelutinya, sejak dua tahun lalu.

Rugini mengatakan di atas lahan seluas 0,5 hektare yang dikelolanya mampu menghasilkan buah naga hingga satu ton lebih per sekali petik atau sekali seminggu.

Dengan harga Rp12.500 per kilogram di tingkat petani, Rugini mampu menyisihkan pendapatan hingga Rp12,5 juta per pekan. Sementara harga buah naga di tingkat pedagang eceran mencapai Rp25 ribu per kilogramnya.

Rugini bangga dan senang mengelola kebun miliknya. Dengan kerja yang mudah dan perawatan yang relatif ringan, rugini bersama suaminya bisa menghasilkan pendapatan lumayan, di tengah hampir semua jenis usaha dan  bisnis sedang lesu bahkan tiarap.

“Satu kali petik dalam seminggu itu rata-rata hasilnya satu ton lebih. Untuk saat ini masih dijual di pasar lokal meski banyak permintaan dari luar,” kelas Rugini.

Rugini dan suaminya ingin mengembangkan usaha budi daya buah naga menjadi lebih besar lagi. Namun Rugini mengau tak punya lahan luas. Karena itu, dia berupaya mengoptimalkan produksi buah naga di lahan miliknya.

Setiap hari, dia berupaya merawatnya dengan telaten, termasuk rutin memberikan pupuk dan penyemprotan jika tedapat gejala serangan penyakit. Langkah itu dia lakukan agar tanaman buah naga miliknya bisa tetap produktif dan menguntungkan.

Kisah sukses Rugini membudidayakan buah naga di tengah pandemi telah mengobsesi sejumlah tetanga dan warga sedesanya. Para warga mulai meniru jejak Rugini dan suaminya bercocok tanah buah naga di lahan atau halaman mereka yang tidak produktif.

Mereka berharap kelak usaha budidaya buah naga yang dikelolanya  juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah di tengah lesunya hampir semua jenis usaha.

Sumber : sariagri.id
(GC)

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF