Sederet Teknologi Terkini yang Ternyata Terinspirasi dari Hewan

(Nusantara7.id) – Sudah menjadi rahasia umum bahwa manusia menciptakan teknologi hasil dari terinspirasi makhluk lain. Seperti misalnya pesawat, dibuat karena manusia ingin terbang seperti burung.
Kini, semakin berkembangnya zaman dan teknologi, manusia masih kerap mengambil inspirasi dari makhluk hidup lain untuk menciptakan temuan baru. Seperti misalnya, menciptakan jarum bedah yang memperkecil rasa sakit terinspirasi nyamuk.
Sarang rayap yang menjulang ke atas pun menjadi inspirasi membuat bangunan di Afrika. Dengan sistem ventilasi yang menyerupai sarang rayap, seorang insinyur asal Zimbabwe sukses menciptakan bangunan yang lebih hemat energi sebesar 10 persen.
Mengutip dari Popular Mechanics, ada setidaknya lima teknologi terkini yang diciptakan dari hasil terinspirasi hewan. Berangkat dari sana, berikut kelima teknologi tersebut.

1. Mata tokek inspirasi lensa kontak dan lensa kamera

Tokek merupakan salah satu dari segelintir hewan yang bisa melihat warna pada malam hari. Penglihatan mereka juga 350 kali lebih sensitif daripada manusia. Karenanya, kadal satu ini berperan penting terhadap kemajuan alat bantu penglihatan manusia.
Peneliti dari Universitas Lund mendapati bahwa tokek hanya punya sel kerucut yang lebih padat dalam retina, yang mana bisa mendeteksi panjang gelombang cahaya lebih spesifik. Dari sana, peneliti berharap dapat meningkatkan lensa kamera dan pengembangan lensa kontak multifokal.

2. Tengkorak burung pelatuk inspirasi kotak hitam

Walau sehari-hari kerjanya mematuk-matuk pohon dengan kecepatan tinggi, burung pelatuk bisa tetap sadar. Alasannya adalah tengkorak mereka memiliki peredam kejut. Dari sana, ilmuwan terinspirasi untuk mendesain kotak hitam.
Ilmuwan dari University of California, Berkeley, memakai rekaman dan hasil CT scan untuk meneliti burung pelatuk dan diketahui tengkoraknya terbentuk dari empat struktur peredam kejutan.
Paruhnya pun punya area berisi spons dan cairan serebrospinal, berfungsi untuk menghambat getaran dan gegar otak. Dari sana, ilmuwan menggunakannya untuk membuat perekam penerbangan yang lebih tahan guncangan, dikenal sebagai kotak hitam.

3. Burung kolibri inspirasi teknologi helikopter

Studi peneliti Universitas Stanford dan Wageningen terhadap 12 spesies kolibri mendapati rasio burung dan panjang sayap menentukan kemampuan mempertahankan kekuatan melayang. Kolibri dengan rasio sayap lebih besar menggunakan energi lebih sedikit.
Dari data tersebut para perancang berharap bisa memaksimalkan desain helikopter. Konon, helikopter memang terinspirasi dari burung kolibri yang mampu terbang mundur hingga mengitari suatu wilayah.

4. Elang laut inspirasi drone

Elang laut dikenal sebagai burung yang jarang mengepakkan sayap, lebih memanfaatkan angin untuk terbang 965 km per hari. Peneliti di MIT menggunakan datanya untuk menerbangkan drone. Mereka berharap bisa membuat sayap tetap yang digerakkan oleh angin agar bisa terbang tanpa henti.

5. Kunang-kunang inspirasi lampu LED

Lampu light-emitting diode (LED) menjadi semakin efisien berkat kunang-kunang. Faktanya, hewan yang bercahaya tersebut menjadi inspirasi lampu yang kini dibuat agar lebih hemat energi.
Para peneliti dari Penn State menyebut menambahkan struktur mikro ke permukaan LED, yang biasanya memiliki proyeksi simetris, memungkinkan lebih banyak cahaya untuk keluar sehingga lebih efisien dan meningkatkan ekstraksi cahaya 90 persen.(AGP/DN)
source : https://kumparan.com/

Baru! Tayangan Video dari Bali Digital Channel
klik: https://s.id/BaliDigitalChannel

#BaliDigitalChannel #Nusantara7

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF