Waka MPR: Pertumbuhan desa wisata bangkitkan pariwisata nasional

(Nusantara7.id) – Wakil Ketua (Waka) MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan pertumbuhan jumlah desa wisata di Tanah Air dapat mendorong kebangkitan pariwisata nasional.

“Pertumbuhan jumlah desa wisata di Tanah Air menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong segera bangkitnya pariwisata nasional,” kata Lestari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Hal tersebut disampaikan Lestari terkait dengan Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada setiap tahun.

Menurut dia, dari tahun ke tahun jumlah desa wisata yang mengikuti ajang tersebut terus bertambah. Contohnya, ADWI 2021 diikuti sebanyak 1.831 desa wisata, sedangkan pada 2022 desa wisata yang mengikuti ajang itu bertambah menjadi 3.419 desa.

Ke depannya, kata dia, pada ADWI 2023, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan ADWI diikuti 4.000 desa wisata dari 34 provinsi di Indonesia.

Menurut Lestari, ajang ADWI bukan sekadar lomba melainkan berpotensi menggerakkan perekonomian desa. Oleh karena itu, kriteria penilaian lomba tersebut mencakup banyak hal, di antaranya desa wisata harus memiliki keunikan dan keautentikan daya tarik wisata, baik berupa alam, buatan, seni, dan budaya.

Selain itu, tambah dia, penilaian akan mempertimbangkan peningkatan standar kualitas pelayanan dengan melestarikan budaya lokal.

“Sekaligus standar kualitas toilet dalam memenuhi sarana dan prasarana kenyamanan wisatawan yang berkunjung,” ucapnya.

Berikutnya, Lestari menyampaikan ada pula kriteria penilaian berupa kemampuan desa wisata mengakselerasi transformasi digital dan menciptakan konten kreatif sebagai sarana promosi desa wisata secara digital.

“Desa wisata harus bisa menggali kreativitas dan hasil karya desa wisata berupa kuliner, tata busana, dan kriya berbasis kearifan lokal,” ujar dia.

Melalui sederet kriteria penilaian itu, Lestari yakin peserta ADWI merupakan desa wisata yang memiliki potensi alam menarik dan sumber daya manusia (SDM) kreatif.

Dia menilai kombinasi potensi desa yang baik dan SDM kreatif merupakan modal penting dalam mengembangkan suatu desa menjadi desa wisata menarik.

Dengan semakin banyaknya daya tarik pariwisata Indonesia, Lestari berharap hal itu dapat meningkatkan perekonomian nasional sekaligus menstimulasi kolaborasi multipihak, baik akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah, media untuk mengembangkan desa wisata, dan pariwisata nasional secara umum. (AGP/AR)

Sumber: antaranwes.com

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF